Kamis, 08 Desember 2022

MENYUSUN CERITA PRAKTIK BAIK (BEST PRACTICE) MENGGUNAKAN METODE STAR (SITUASI, TANTANGAN, AKSI, REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK) TERKAIT PENGALAMAN MENGATASI PERMASALAHAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN




        LK 3. 1 Menyusun BEST PRACTICES

MENYUSUN CERITA PRAKTIK BAIK (BEST PRACTICE) MENGGUNAKAN METODE STAR (SITUASI, TANTANGAN, AKSI, REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK) TERKAIT PENGALAMAN MENGATASI PERMASALAHAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN

 

MATA PELAJARAN

SENI BUDAYA (Seni Rupa)

 

 

 

 

OLEH

ARFATUL MARWIYAH, S.Pd

 

 



 

 

PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2022

 

LK 3.1 Menyusun Best Practices

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice)  Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

 

Lokasi

UPT SPF SMP Negeri 1 Beringin

Lingkup Pendidikan

Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Tujuan yang ingin dicapai

Meningkatkan kreativitas peserta didik dalam menggambar poster

Penulis

Arfatul Marwiyah, S.Pd

Tanggal

07 Desember 2022

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah adalah

1.                 Pada     saat     praktik pembuatan desain poster, peserta didik kurang antusias dalam menggambar poster

2.                 Peserta didik kurang kreatif dalam mengerjakan tugas terlihat dari hasil tugas yang  dikerjakan  secara  asal- asalan

3.                 Hasil desain lebih banyak mencontoh   dari internet.

4.                 Peserta didik tidak tepat waktu dalam  mengumpulkan tugas

5.                 Peserta  didik kurang aktif bertanya atau mengemukakan pendapatnya saat proses pembelajaran

6.                 Belum menggunakan model pembelajaran yang inovatif

7.                 Belum menggunakan media pembelajaran yang tepat.

 

Praktik pembelajaran ini  sangat  penting  untuk  dibagikan karena :

1.  Sebagian besar pendidik mengalami permasalahan yang sama dengan permasalahan yang saya hadapi saat ini.

2.  Praktik  pembelajaran  ini  bisa  memotivasi  saya  sendiri dan  pendidik  lainnya  untuk  mendesain   pembelajaran yang kreatif dan inovatif

3.  Praktik pembelajaran ini bisa dijadikan referensi dan inspirasi pendidik lain bagaimana cara mengatasi permasalahan pembelajaran ini.

 

Adapun peran dan tanggung jawab saya dalam praktik pembelajaran ini adalah sebagai pendidik yang bertanggung jawab  dalam mendesain  pembelajaran  yang  kreatif, inovatif, menantang, dan  menyenangkan  menggunakan model, metode, dan media pembelajaran yang tepat dan  inovatif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara

efektif  dan  bisa  meningkatkan  kreatifitas  peserta   didik dalam berkarya seni rupa pada materi menggambar poster.

 

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

 

Tantangan untuk mencapai tujuan ini adalah:

1.      Bagaimana cara meningkatkan kreativitas peserta didik dalam menggambar poster, dimana guru harus mampu keluar dari zona nyaman dengan model ataupun metode pembelajaran yang monoton.

2.      Bagaimana guru memanfaatkan IT sebagai media pembelajaran agar kegiatan pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan, tetapi harus tepat sasaran dengan tujuan dan karakteristik materi yang diajarkan.

3.      Media apa yang tepat untuk menggambar poster agar karya peserta didik tidak hanya berkarya di atas media kertas saja tetapi dapat memanfaatkan penggunaan IT dalam proses menggambar poster agar terciptanya inovasi dalam proses pembelajaran.

4.      Bagaimana memupuk rasa percaya diri peserta didik dengan hasil karya yang mereka buat sehingga mereka bangga dengan karyanya dan termotivasi untuk meningkatkan kreativitasnya.

 

Dilihat dari tantangan tersebut bahwa tantangan yang dihadapi merupakan sisi kompetensi guruyang harus ditingkatkan baik dalam bidang pedagogik maupun profesional, sedangkan dari sisi peserta didik adalah kreativitas dalam berkarya menggambar poster.

 

Yang terlibat dalam tantangan ini adalah: guru dan peserta didik. Melibatkan beberapa rekan guru dan juga PKS kurikulum yang turut membantu dalam mengadapi tantangan ini dengan memberikan berbagai solusi dan masukan dalam menyelesaikan tantangan ini.

 

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut adalah:

1.    Bagaimana cara meningkatkan kreativitas peserta didik dalam menggambar poster, dimana guru harus mampu keluar dari zona nyaman dengan model pembelajaran yang monoton.

Saya sebagai guru harus mampu keluar dari zona nayaman dengan model pembelajaran yang monoton, dalam hal ini saya menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Model pembelajaran ini sangat sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Dalam sintaks yang terdapat pada model PBL ini peserta didik dapat terlihat lebih aktif dalam proses pembelajaran dan pembelajaran berpusat kepada peserta didik. Dimulai dari sintak yang pertama orientasi pada masalah, di sini guru memberika tayangan gambar poster yang sering dilihat oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan ini menyimak dan menggali informasi terkait gambar yang ditampilkan dan membahas materi-materi terkait menggambar poster, lalu pada sintaks kedua mengorganisaikan peserta didik untuk belajar dengan membagi kelompok dan memberikan LKPD pada tiap-tiap kelompok, dimana peserta didik mengisi LKPD dan praktik membuat desain poster menggunakan media gambar poster digital, lalu pada sintaks ketiga membimbing penyelidikan pada tiap-tiap kelompok, dan pada sintak yang keempat mengembangkan dan menyajikan hasil karya dengan mempresentasikan hasil LKPD dan terakhir menganalisis dan mengevaluasi pembelajaran.

 

2.   Bagaimana guru memanfaatkan IT sebagai media pembelajaran agar kegiatan pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan, tetapi harus tepat sasaran dengan tujuan dan karakteristik materi yang diajarkan.

Strategi yang dilakukan guru dalam memanfaatkan IT yaitu dengan memilih media virtual reality. Prosesnya dimulai dari guru membuat PPT dari Canva dan menyajikan slide video ataupun gambar poster dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di sekolah seperti infokus, speaker, dll.

 

3.    Media apa yang tepat untuk menggambar poster agar karya peserta didik tidak hanya berkarya di atas media kertas saja tetapi dapat memanfaatkan penggunaan IT dalam proses menggambar poster agar terciptanya inovasi dalam proses pembelajaran.

Strategi yang dilakukan guru, pertama peserta didik diberi pertanyaan yang mengarahkan cara berfikir mereka apa yang tepat untuk dijadikan sebagai media menggambar poster agar menjadi suatu produk yang bernilai tinggi. Mengarahkan kepada peserta didik bahwa dalam menggambar tidak hanya pada media kertas saja akan tetapi dapat dilakukan dengan media digital dengan memanfaatkan Hp yang mereka punya, lalu peserta didik diperkenalkan dengan aplikasi Canva, dimana peserta didik diperlihatkan cara penggunaan canva dalam membuat desain poster dengan teknik digital.

 

 

4.      Bagaimana memupuk rasa percaya diri peserta didik dengan hasil karya yang mereka buat sehingga mereka bangga dengan karyanya dan termotivasi untuk meningkatkan kreativitasnya.

Peserta didik diminta untuk mempresentasikan karya yang telah mereka buat di depan kelas dengan menjelaskan cara-cara pembuatan desain poster digital yang telah mereka desain dengan menggunaka aplikasi Canva.

Guru bersama peserta didik lain menanggapi dan memberikan apresiasi terhadap karya yang dopresentasikan kelompok peserta didik di depan kelas sehingga mereka merasa bangga dengan karyanya dan memotivasi kelompok tersebut serta peserta didik lain untuk meningkatkan kreativitasnya.

 

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

 

Dampak   dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan

dirasa hasilnya efektif dan dapat dilihat dari:

1.    Guru mampu menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan baik. Memberi pertanyaan seputar masalah yang berkaitan dengan materi menggambar poster ini dapat menarik perhatian dan mendorong kemampuan peserta didik untuk berfikir kritis.

2.    Melalui media pembelajaran yang disajikan guru dalam bentuk PPT, peserta didik dapat memahami materi menggambar poster, dan dengan menggunakan media aplikasi Canva, peserta didik dapat membuat desain poster secara digital dengan penuh semangat, menggali potensi dan juga kreativitas peserta didik dalam belajar.

3.    Pada saat diberikan pertanyaan, peserta didik aktif dalam menjawab dan menanggapi hal-hal yang disampaikan berkaitan dengan materi pembelajaran menggambar poster

4.    Peserta didik antusias dan tergali kreativitasnya dalam menggambar poster dengan teknik digital menggunakan Canva, terlihat pada saat waktu pengerjaan desain poster terjadi kolaborasi yang baik dalam kelompok belajar dan hasil desain.

 

Hasil dari menggambar poster menggunakan media Canva sangat baik dan membantu peserta didik dalam meningkatkan kreativitas mereka dalam mendesain dan membuat pengalaman baru untuk peserta didik dengan menggambar dengan teknik digital menggunakan Canva.

 

Respon  peserta  didik  terhadap   kegiatan   pembelajaran ini adalah  sangat  senang.  Bisa  dilihat  saat  kegiatan refleksi akhir pembelajaran peserta didik memberikan tanggapan bahwa  pembelajaran  sangat  menyenangkan dan media pembelajaran menarik, mudah dipahami dan mudah digunakan.

 

Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan akan penguasaan guru terhadap  model,  metode,  media dan langkah-langkah pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah dibuat.

 

Pembelajaran  yang  bisa  diambil  dari kegiatan yang sudah dilakukan guru tentunya dapat menjadikan guru lebih kreatif dan inovatif dalam memilih dan mengembangkan model-model pembelajaran dan juga media pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik, dan masalah rendahnya kreativitas peserta didik dalam menggambar poster yang ditemukan pada pembelajaran sebelum menggunakan  model PBL dan media Canva pembelajaran ini dapat teratasi.

Tindak lanjut saya setelah proses kegiatan pembelajaran ini adalah saya akan mengimbaskan praktik baik ini kepada guru-guru lain dan saya akan berusaha untuk lebih meningkatkan kemampuan menguasai model-model pembelajaran lainnya dan juga menentukan media pembelajaran yang sesuai yang dapat membuat proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik sesuai karakteristik materi pembelajaran dan peserta didik.

 

 

Deli Serdang, 07 Desember 2022 Mahasiswa PPG Daljab 2022,

 

 

Arfatul Marwiyah, S.Pd

NIP. 199510312022212002

 


 https://drive.google.com/file/d/1s0WA0C67zYyG0S-z7qSlDjeyPnOICsxh/viw?usp=drivesdk

Rabu, 21 Oktober 2020

"Sosialisasi Pemanfaatan Fitur Sumber Belajar dengan Menggunakan Metode Pembelajaran SOLE"


Kegiatan Berbagi 1        

                             


Pada tanggal 06 Oktober 2020 pukul 09.00-10.00 wib saya melakukan kegiatan webinar terkait sosialisasi pemanfaatan Rumah Belajar dengan menggunakan Zoom Meeting bersama guru-guru di tempat saya mengajar SMP Negeri 1 Beringin dan juga bersama para guru-guru dari berbagai sekolah lainnya. Kegiatan webinar diisi oleh ibu Siti Rahmi, S.Pd, M.Hum selaku moderator dan saya sendiri sebagai narasumber, Alhamdulillah kegiatan webinar dapat berjalan dengan baik dan interaktif.

Ternyata banyak guru-guru yang antusias dalam melakukan perubahan dalam  pembelajaran dengan memanfaatakn TIK apa lagi pada masa pandemi ini. Setelah saya memaparkan tentang pemanfaatan fitur sumber belajar di Rumah Belajar yang saya manfaatkan dalam pembelajaran di masa pandemi banyak guru-guru yang bertanya seputar Rumah Belajar dan pemanfaatannya pada pembelajaran, bahkan sudah mendownload portal Rumah Belajar di smartphone untuk bisa merasakan manfaat dari fitur-fitur yang ada pada portal Rumah Belajar secara gratis dan tentunya demi meningkatkan tujuan pembelajaran.

                                       

Gambar 01: Tampilan Materi yang disajikan kepada peserta webinar
 
Gambar 02: Pada saat memaparkan materi terkait inovasi pembelajaran
 
Gambar 03: Ibu Siti Rahmi, S.Pd, M.Hum selaku moderator
 
Gambar 04: Peserta webinar

 

Kegiatan Berbagi 2          

 

Selanjutnya pada Senin, 12 Oktober 2020 saya dan ketiga rekan SRB Sumatera Utara mengadakan kolaborasi sosialisasi di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam, pada kegiatan ini saya berperan sebagai pembicara tentang pemanfaatan fitur sumber belajar pada metode pembelajaran SOLE (self organized learning invironments). Sambutan yang hangat dan luar biasa baik itu dari pihak sekolah maupun guru-guru membuat kami semakin bersemangat dalam berbagi inovasi pembelajaran. Kami sangat merasa senang berbagi bersama guru-guru di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam, ketika saya dan rekan SRB memaparkan materi yang kami berikan terkait pemanfaatan fitur-fitur portal Rumah Belajar mereka tidak sabar untuk memanfaatkan fitur-fitur yang ada pada Rumah Belajar bahkan mendownload dari playstore untuk berselancar ke berbagai fitur Rumah Belajar.

Gambar 01: Kolaborasi Sahabat Rumah Belajar Sumatera Utara 2020

Gambar 02: Kegiatan dalam berbagi inovasi

Gambar 03: Suasana kegiatan berbagi inovasi bersama para guru

Gambar 04: Guru di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam

Gambar 05: Foto bersama dengan guru SMA Negeri 2 Lubuk Pakam


Gambar 06: Foto bersama dengan guru-guru SMA Negeri 2 Lubuk Pakam

 

Kegiatan Berbagi 3

                                                   


Setelah selesai sosialisasi di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam, saya lanjut ke jadwal webinar kolaborasi bersama SRB Sumatera Utara pada pukul 16.00 WIB. Webinar dihadiri juga oleh ibu Duta Rumah Belajar 2019 yaitu ibu Kamila Harahap, S.Pd. pada kegiatan webinar ini saya menyampaikan materi yang sebelumnya yaitu pemanfaatan fitur sumber belajar pada metode pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Invironments) dan rekan SRB lainnya memaparkan materi dengan memanfaatkan fitur lainnya pada portal Rumah Belajar. Kegiatan webinar berjalan dengan lancar dan interaktif. Banyak ilmu yang telah saya dapatkan dalam kegiatan berbagi inovasi pembelajaran ini, membuat saya banyak tau akan hal-hal baru yang belum pernah saya lakukan dan rasakan sebelumnya.

    

Gambar 01: Kegiatan Webinar Kolaborasi SRB SUMUT 2020

Gambar 02: Kegiatan webinar

Dari kegiatan sosialisasi dengan berbagi inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan fitur-fitur Rumah Belajar banyak guru-guru yang tertarik untuk menggunakan portal Rumah Belajar sebagai media dalam melakukan pembelajaran, baik itu dengan mendownload langsung di playstore maupun mendaftar pada alamat link portal Rumah Belajar di belajar.kemdikbud.go.id

Berikut vlog kegiatan sosialisasi yang telah saya lakukan di PembaTIK Level 4 Berbagi:

https://youtu.be/f9Hd0MbGz_I


Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar

Merdeka Belajarnya

Rumah Belajar Portalnya

Maju Indonesia

 

#PembatikLevel4

#DRB2020

#RumahBelajar

#Pusdatin #pembatiklevel4 #dutarumahbelajar #pembatik

 

 



MENYUSUN CERITA PRAKTIK BAIK (BEST PRACTICE) MENGGUNAKAN METODE STAR (SITUASI, TANTANGAN, AKSI, REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK) TERKAIT PENGALAMAN MENGATASI PERMASALAHAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN

         LK 3. 1 Menyusun BEST PRACTICES MENYUSUN CERITA PRAKTIK BAIK (BEST PRACTICE) MENGGUNAKAN METODE STAR (SITUASI, TANTANGAN, AKSI, REF...